Jeritan kubur

Abu Hurairah mengatakan, suatu kali dia bersama Nabi ikut acara penguburan. Ketika Nabi sampai di pemakaman, dia pergi ke sebuah kubur dan melantunkan suara yang sangat jelas: “Wahai anak cucu  Adam, engkau telah melupakanku. Aku adalah tempat kesunyiaan, tempat tinggal kesenyapan, pondok belantara, akulah tempa tinggal para cacing, dan aku sungguh sempit.” Setah itu Nabi bersabda: “ kubur adalah salah satu taman dari taman-taman surga atau salah satu lubang dari lubang-lubang neraka.”  

Di Dalam Kubur

Ketika seorang saleh meninggal, dia akan didudukkan malaikat dan tak akan merasa cemas. Pertanyaan yang berkaitan dengan islam lalu diajukan kepadanya. Setelah itu, dia ditanya tentang nabinya. Dia menjawab bahwa nabi adalah seorang yang membawa tanda-tanda yang jelas dari tuhan, dan dia percaya tanda-tanda itu semuanya benar. Setelah itu dia diperlihatkan sebuah tempat dineraka yang menggambarkan amat kacau. Lalu, ketika dia mengalihkan perhatiannya dari pandangan itu. Kemudian, ditunjukkan kepadanya sebuah tempat disurga, tempat yang dihiasi mewah dan bagus sekali, dimana dia mendapatkan pemandangan  amat kacau. Lalu, ketika dia mengalihkan perhatiannya dari pandangan itu. Kemudian, ditunjukkan kepadanya sebuah tempat disurga, tempat yang dihiasi mewah dan bagus sekali, dimana dia mendapatkan pemandangan yang menyenangkan. Dan diberi tahukan bawha dia akan diberi tempat disitu, jika dibangkitkan dihari kiamat kelak, karena selama hidupnya didunia, dia percaya kepada hari kiamat.

Ketika seorang yang jahat mati, dia didudukkan dikubur, tetapi diliputi rasa cemas dan takut. Pertanyaan yang sama juga diajukan kepadanya. Dia berkata bahwa dia tidak tahu apa-apa. Dia dulu hanya terbiasa mengulang apa yang didengar dari orang-orang. Berikutnya, gerbang surge dibuka, setelah memperlihatkan hiasan dan keindahannya dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya, dia diberi tahu bahwa itulah bakal tempat tinggalnya. Tetapi untuk sementara, dia tidak diizinkan masuk. Kemudian pemandangan neraka diperlihatkan kepadanya. Dia melihat suasana yang sangat kacau.  Lalu diberitahukan kepadanya bahwa tempat itu akan diberikan kepadanya karena sepanjang hidupnya di dunia, dia mempunyai keraguan dan mati dalam keadaan ragu.

Abu Qatadah mengatakan bahwa suatu hari ada prosesi penguburan yang kebetulan melewati Nabi Muhammad. Ketika beliau melihatnya, beliau teringat bahwa manusia hanya punya dua pilihan. Yakni, merasa senang ketika mati atau orang lain senang atas kematiannya. Beliau menjelaskan bahwa setelah mati, orang yang beriman merasa senang, karena telah dibebaskan dari kesulitan dunia dan akan bertemu Allah. Inilah alasan seseorang merasa senang. Sedang kematian seorang pendosa, akan membuat senang orang-orang yang tinggal di kota dan di desa, pohon-poon dan bintang-bintang, karena  dengan kematiannya, dunia terbebas dari ulah jahatnya.


Ibn Umar mengatakan bahwa suatu hari Nabi memegang bahunya dan menasehatinya untuk hidup di dunia seperti pelancong. Ibn Umar mengatakan bahwa pada pagi hari, seseorang harus menunggu malam, dan di malam hari seseorang harus menunggu pagi. Ketika seseorang sedang menikmati kesehatan yang baik, dia harus mempersiapkan diri melawan penyakit, karena selama masa sakit dia akan mendapatkan pahala atas samal baiknya yang dilakukan dalam kondisi sehatnya. Seseorang juga harus mempersiapkan diri untuk kematiannya.

Pernyataan Hasan Basri tentang kematian

Hasan Basri pernah berkata bahwa ketika seseorang meninggal dunia dan anggota keluarganya mulai meratapi, malaikat maut berdiri di pintu rumah dan berkata bahwa ia tidak akan merendahkan hidup orang itu jika dia memanfaatkan hartanya untuk kebaikan dirinya.

Malaikat maut harus berulang-ulang mendatangi rumah itu sampai semua anggota keluarga merasakan awan kematian. Hasan Basri bersumpah bahwa jika anggota keluarga yang ditinggalkan mampu melihat malaikat maut dan mendengarnya, mereka tentu akan melupakan si mayat dan berpaling kepada memikirkan diri mereka sendiri.

Kisah Seorang Israel

Yazid Raqqasyi berkata bahwa salah seorang Israel yang jahat sedang bersama istrinya ketika mereka melihat seorang asing memasuki rumahnya. Dia menjadi gusar dan melangkah menujunya. Dia bertanya siapakah dia dan atas izin siapa dia memasuki rumahnya. Orang itu menjawab bahwa dia masuk rumah atas izin pemilik rumah dan menambahkan bahwa tidak akan ada rintangan yang dapat menghalangi jalannya. Dia bahkan menganggap tidak perlu mencari izin ketika bertemu raja-raja.

Dia tidak akan takut terhadap penjahat yang paling ditakuti sekalipun. Segera setelah lelaki Israel itu mendengar orang asing itu, dia sangat ketakutan dan gemetaran, dan jatuh tersimpuh di lantai. Kemudian orang Israel itu berkata: “dia yakin sekali bahwa orang asing itu adalah malaikat maut. Dia lalu memohon kepada malaikat maut supaya memberinya waktu untuk membuat surat wasiat. Malaikat berkata bahwa waktu untuk membuat surat wasiat telah lewat dan saat kematiaannya segera datang.

Lebih lanjut, dia diberi tahu bahwa saat kematiannya sudah dekat dan tidak ada penundaan. Orang Israel itu lalu bertanya kepada malaikat maut kemana ia hendak membawanya. Malaikat maut memberitahukan bahwa dia akan membawanya kepada amal perbuatannya sendiri (persis seperti amal-amal yang telah dikerjakannya, maka disitulah tempatnya). Tempatnya di akhirat, ditentukan atas dasar amal perbuatan yang dikerjakannya di dunia ini. Orang Israel itu mengatakan bahwa ia tidak pernah mengerjakan perbuatan baik dan belum melakukan persiapan untuk akhirat. Kemudian malaikat maut memberitahukan bahwa dia akan membawanya ke dalam api neraka yang bergejolak. Setelah itu, malaikat maut mencabut nyawanya. Ketika dia mati, anggota keluarganya menyesali dan meratapinya.

Sebagian diantara mereka meneteskan air mata dan yang lainnya menangis. Yazid Raqqasyi  berkata: “seandainya orang-orang tahu derita kematian yang dialami orang yang meninggal dunia, mereka akan mulai merasakan pedihnya kematian yang harus ditanggung ketimbang kematiannya sendiri."

Kisah laki-laki jahat

Berikut Kisah renungan mengenai seorang laki-laki jahat.
Wahab in Munabbih mengatakan bahwa suatu kali malaikat maut dalam perjalanan mencabut nyawa seorang laki-laki jahat dan sadis. Dia bertemu malaikat yang mengaku telah mencabut nyawa banyak orang. Wahab bertanya kepada malaikat maut itu apakah dia pernah merasa iba dengan korban-korban yang dicabut nyawanya. Malaikat itu mengatakan bahwa ia pernah merasa kasihan kepada seorang perempuan yang hidup seorang diri di hutan. Dia diperintah mencabut nyawa perempuan itu ketika melahirkan seorang anak. Dia dikuasai perasaan iba terhadap perempuan itu dan anaknya, juga merasa resah tentang bagaimana jadinya anak kesepian itu di belantara sunyi. Tiba-tiba para malaikat memberi tahu malaikat maut itu bahwa orang jahat yang akan dicabut nyawanya adalah bayi sang ibu yang dibiarkan hidup. Mendengan kabar itu, sang malaikat maut begitu aget dan serta-merta mengagungkan puji-pujian kepada Allah.

Kengerian Kubur - Kisah Islami

Kengerian Kubur - Berikut ini kisah kengerian kubur. Semoga bisa menjadi bahan renungan buat kita semua umat muslim untuk tidak melupakan yang namanya kematian.

Abu Sa’id Khudri berkata bahwa suatu hari Nabi datang ke masjid, sementara beberapa sahabat sedang tertawa keras. Nabi bersabda: “Tidakkah mereka ingat kematian (yang menghentikan kesenangan)? Seandainya mereka ingat, mereka akan menahan tawa mereka”. Kubur siapapun akan setiap hari menyatakan hal ini: “Aku adalah tempat kesunyian, pondok belantara, akulah tempat tinggal para cacing.” Ketika seorang yang beriman dikuburkan, kubur berkata: “Aku menyambut kedatanganmu. Aku senang bertemu denganmu. Dari semua orang yang melewatiku, kamu yang paling aku sukai. Kamu telah datang kepadaku hari ini. Aku akan tunjukkan bagaimana aku akan memperlakukanmu.” Setelah itu, kubur itu memperlebar diri sampai sedemikian luasnya sehingga jenazah itu mendapati ruang yang terbuka sejauh matanya memandang, dan sebuah jendela yang terbuka menghadap surga, yang mengirimkan angin lembut dan aroma yang manis.

Ketika seorang yang jahat meninggal, kubur berkata kedatanganmu buruk sekali. Aku tidak senang bertemu denganmu. Dari semua orang yang melewatiku, kamu yang paling kubenci. Kamu telah datang kepadaku hari ini. Aku akan tunjukkan bagaimana aku akan meperlakukanmu.” Setelah mengatakan demikian,  kubur menjadi sangat sempit, sehingga tulang-tulang dan rusuknya dari satu sisi menusuk sisi yang lain.” Nabi memperagakannya dengan meletakkan dan menekankan jari-jari satu tangan ke jari-jari tangan yang lain. Kemudian tujuh puluh ular yang sangat beracun mulai menggigitnya apabila satu diantaranya menyengat bumi, rumput tidak akan tumbuh hingga hari kiamat.

Semua ular ini akan terus menggigitnya sampai hari kiamat. Setelah itu, Nabi berkata: “Kubur adalah salah satu dari taman-taman surga atau salah satu dari lubang-lubang neraka.” Ibn Umar mengatakan bahwa seorang meminta Nabi untuk meberitahukan siapa orang yang paling bijaksana dan berhati-hati dari semua manusia. Nabi berkata: “Dialah orang yang selalu ingat mati di dunia ini dan selalu mengadakan persiapan untuk mati.” Orang-orang yang demikian dihormati bukan saja di dunia ini, tapi juga di akhirat nanti. Wallahu 'Alam..

Semoga kita termasuk orang yang diberikan rahmat oleh Allah sehingga Allah melapangkan kubur kita kelak. Disalin dari buku "Mati itu spektakuler" Penerbit "Zaman".

Asal Mula Kematian

Asal Mula Kematian - Para pembaca yang budiman, berikut ini saya share kisah yang menggambarkan asal mula kematian yang saya salin dari buku "Mati Itu Spektakuler" yang diterbitkan oleh "Zaman". Semoga dapat menjadi renungan dan nantikan kisah renungan kematian yang akan datang.
Jangan lupa membaca "Gambaran malaikat Izrail dan Malaikat lainnya".

kisah asal mula kematian


Hasan mengatakan bahwa ketika Tuhan menciptakan Adam dan, dengan rendah hati para malaikat menunjukkan pada Tuhan bahwa anak cucu Adam tidak akan tertampung di bumi. Tuhan mengatakan bahwa Dia akan menurunkan kematian kepada semua makhluk. Para malaikat berkata bahwa jika Dia menciptakan kematian, manusia tidak akan hidup dengan tenang. Tuhan mengatakan bahwa Dia memberi inspirasi kepada mereka dengan harapan. (Ibn Abi Shaiba).

Mujahid mengatakan bahwa ketika Adam diturunkan ke bumi, Tuhan memrintahkannya membangun karena ada kehancuran, dan memberikan keturunan karena ada kematian. (Abu Naim).

Wahai yang akan tinggal di istana tertinggi segera engkau akan di kubur dalam debu. Seorang malaikat setiap hari mengumumkan: “lahirkanlah seorang anak untuk kematian dan hiasilah dia untuk kehancuran.”

Ketika seorang saleh meninggal, dia akan didudukkan malaikat dan tak akan merasa cemas. Pertanyaan yang berkaitan dengan Islam lalu di ajukan kepadanya. Setelah itu, dia ditanya tentang Nabinya. Dia menjawab bahwa Nabi adalah seorang yang membawa tanda-tanda yang jelas dari Tuhan, dan dia percaya tanda-tanda itu semuanya benar. Setalah itu dia diperlihatkan sebuah tempat di neraka yang menggambarkan suasana amat kacau. Lalu, ketika dia mengalihkan perhatiannya dari pandangan itu, dia diberitahu bahwa Tuhan telah menyelamatkannya dari hukuman itu. Kemudian, ditunjukkan kepadanya sebuah tempat di surga, tempat yang dihias mewah dan bagus sekali, dimana dia mendapat pemandangan yang menyenangkan. Dan diberitahukan bahwa dia akan diberi tempat disitu, jika dibangkitkan di hari kiamat kelak, karena selama hidupnya di dunia, dia percaya kepada hari akhir.

Ketika seorang yang jahat mati, dia didudukkan di kubur, tetapi diliputi rasa  cemas dan takut. Pertanyaan yang sama juga ditanyakan kepadanya. Dia berkata bahwa dia tidak tau apa-apa. Dia dulu hanya terbiasa mengulang apa yang di dengar dari orang-orang. Berikutnya gerbang surga dibuka, setelah memperlihatkan hiasan dan keindahannya dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya, dia diberitahu itulah bakal tempat tinggalnya. Kemudian pemandangan neraka diperlihatkan kepadanya. Dia melihat suasana sangat kacau. Lalu diberitahukan kepanya bahwa  tempat itu akan diberikan kepadanya karena sepanjang hidupnya di dunia, dia mempunyai keraguan dan mati dalam keadaan ragu.

Abu Qatadah mengatakan bahwa suatu hari ada prosesi penguburan yang kebetulan melewati Nabi Muhammad. Ketika Beliau melihatnya, beliau teringat bahwa manusia hanya punya dua pilihan. Yakni, merasa senang ketika mati atau orang lain senang atas kematiannya. Beliau menjelaskan bahwa setalah mati, orang yang beriman merasa senang, karena telah dibebaskan dari kesulitan dunia dan akan bertemu Allah. Inilah alasan seseorang merasa senang. Sedang kematian seorang pendosa, akan membuat orang-orang senang yang tinggal di kota dan di desa, pohon-pohon dan binatang-binatang, karena dengan kematiannya, dunia terbebas dari  ulah jahatnya.

Ibn Umar mengatakan bahwa suatu hari hari Nabi memegang bahunya dan menasehatinya unuk hidup  di dunia seperti pelancong. Ibn Umar mengatakan bahwa pada pagi hari, seseorang harus menunggu malam, dan di malam hari seseorng menunggu pagi. Ketika seseorang sedang menikmati kesehatan yang baik, dia harus mempersiapkan diri melawan penyakit, karena selama masa sakit dia akan mendapatkan pahala atas amal baiknya yang dilakukan dalam kondisi sehatnya. Seseorang juga harus mempersiapkan diri untuk kematiannya. Wallahu A'lam.

Demikianlah Kisah mengenai Asal mula kematian, semoga dapat bermanfaat. Baca juga "Gambaran dan Kondisi Alam Barzakh".