Penyerahan Diri Seorang Perempuan

Dan bersegerahlah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Q.S. 3: 133-134).
           

Para ulama menulis bahwa sebagian orang dipenuhi rasa iri pada hak istimewa Bani Israil, sehingga jika salah seorang diantara mereka melakukan dosa, diwajibkan bertaubat atas dosanya dengan cara memberlakukan hukuman pada dirinya, yaitu memotong hidung atau telinganya, di mana hukuman itu  tertulis di atas pintu rumahnya. Ini adalah keyakinan Bani Israil bahwa jika pendosa menebus dosanya, dia telah diselamatkan dari dosa yang dilakukannya. Mereka dapat memperhatikan terhadap satu kesalahan. Sehingga mereka berpikir hukuman semacam itu lebih ringan dibanding hukuman di akhirat. Kisah ini dimuat dalam beragam kitab hadis yang memberikan kesaksian positif terhadap fakta bahwa setelah melakukan perbuatan dosa, pelaku dosa akan merasa takut. Bukan saja orang laki, orang perempuan juga mengalami perasaan yang sama. Seorang perempuan diriwayatkan telah bersalah karena melakukan perzinaan. Ia datang kepada Nabi dan mengakui dosanya di hadapan beliau. Dengan semangat ingin dibersihkan dosanya, dia rela menerima hukuman rajam. Akibatnya dia dilempari batu sampai mati. Dia melakukan hal itu karena merasa takut dengan dosa yang dilakukannya.

Penderitaan dahsyat lima penghuni kubur

Diriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa seorang pemuda yang sedang dirundung sedih datang kepada Abdul Malik. Abdul Malik menanyakan sebab kesedihannya. Pemuda itu memberitahukan bahwa dia bersedih karena dosa yang telah dilakukannya. Abdul Malik bertanya kepadanya apakah dosanya lebih besar daripada bumi dan langit, dia mengiyakan. Abdul Malik bertanya lagi apakah dosa-dosanya lebih besar dari langit yang tertinggi. Dia mengiyakan. Abdul Malik bertanya lagi apakah dosa-dosanya begitu memilukan sehingga rahmat Tuhan pun tidak dapat membebaskannya. Kali ini, pemuda itu terdiam. Kemudian Abdul Malik bertanya dosa apa yang telah dia lakukan. Pemuda itu berkata bahwa dia seorang pencuri yang mencuri kain kafan, dan mendapatkan pengalaman yang mengerikan akan kondisi lima penghuni kubur sehingga membuatnya menyesali dosa-dosanya:
Aku menggali sebuah kuburan dan melihat wajah jenazah telah berpaling dari kiblat dan dia sedang disiksa. Aku begitu ketakutan dan berbalik pergi, tetapi sebuah suara dari pembicara gaib terngiang di telingaku dan mendesakku menanyakan kepada ahli kubur itu mengapa hukuman dijatuhkan kepadanya. Aku memperlihatkan ketidakmampuanku melakukan hal itu. Pembicara gaib itu lalu mengatakan bahwa ia disiksa karena memandang shalat sebagai sesuatu yang tidak penting. 

Lalu, aku menggali kubur  kedua dan melihat manyat di dalamnya telah berubah menjadi seekor babi dan terbelenggu. Aku sangat ketakutan melihatnya, begitu aku berbalik, aku mendengar sebuah suara gaib yang mendesakku bertanya kepada penghuni kubur itu, mengapa ia disiksa sedemikan. Aku memperlihatkan ketidakmampuanku melakukan hal itu. Suara gaib itu lalu memberitahukan bahwa dia adalah pemabuk berat.

Aku menggali kubur ketiga dan melihat mayat di dalamnya diikat dengan paku-paku neraka dan lidahnya ditarik keluar. Aku begitu ketakutan dan hampir saja berbalik ketika aku mendengar seorang pembicara gaib mendorongku bertanya kepada penghuni kubur itu mengapa dia disiksa. Aku memperlihatkan ketidakmampuanku melakukan hal itu. Pembicara gaib itu kemudian memberitahuku bahwa dia tidak jujur dalam brtransaksi dengan orang lain.

Aku menggali kubur keempat dan melihat jenazah sedang dipanggang dalam api yang membara dan para malaikat memberinya pukulan keras, sedang dia hanya dapat menjerit. Aku begitu ketakutan dan hendak berbalik. Tapi suara gaib mendesakku bertanya mengapa dia dihukum. Aku memperlihatkan ketidakmampuanku melakukan hal itu. Suara gaib itu memberitahukan bahwa dia seorang pembohong dan kerap bersumpah palsu. 

Aku menggali kubur kelima dan melihat para malaikat sedang memukuli penghuni kubur itu dengan menggerakkan tiang api. Penghuni kubur itu menjerit sangat keras. Aku begitu ketakutan dan hampir saja mau berbalik ketika suara gaib mendesakku bertanya keada ahli kubur itu mengapa ia disiksa. Aku memperlihatkan ketidakmampuanku melakukan hal itu. Suara gaib itu berkata bahwa dia suk bersenang-senang dan bermain catur yang dilarang Nabi.

Sebagai kesimpulan, siksa kubur dijatuhkan sebagai akibat dosa-dosa yang dilakukan oleh hati, mata, telinga, lidah, perut, kemaluan, tangan, kaki,dan semua anggota tubuh. Bagian-bagian tubuh itu juga akan mendapat pahala, jika melakukan pebuatan baik. Semoga Allah melindungi kita dari pedihnya siksa kubur, Allahumma Amiinn..

Jeritan kubur

Abu Hurairah mengatakan, suatu kali dia bersama Nabi ikut acara penguburan. Ketika Nabi sampai di pemakaman, dia pergi ke sebuah kubur dan melantunkan suara yang sangat jelas: “Wahai anak cucu  Adam, engkau telah melupakanku. Aku adalah tempat kesunyiaan, tempat tinggal kesenyapan, pondok belantara, akulah tempa tinggal para cacing, dan aku sungguh sempit.” Setah itu Nabi bersabda: “ kubur adalah salah satu taman dari taman-taman surga atau salah satu lubang dari lubang-lubang neraka.”  

Di Dalam Kubur

Ketika seorang saleh meninggal, dia akan didudukkan malaikat dan tak akan merasa cemas. Pertanyaan yang berkaitan dengan islam lalu diajukan kepadanya. Setelah itu, dia ditanya tentang nabinya. Dia menjawab bahwa nabi adalah seorang yang membawa tanda-tanda yang jelas dari tuhan, dan dia percaya tanda-tanda itu semuanya benar. Setelah itu dia diperlihatkan sebuah tempat dineraka yang menggambarkan amat kacau. Lalu, ketika dia mengalihkan perhatiannya dari pandangan itu. Kemudian, ditunjukkan kepadanya sebuah tempat disurga, tempat yang dihiasi mewah dan bagus sekali, dimana dia mendapatkan pemandangan  amat kacau. Lalu, ketika dia mengalihkan perhatiannya dari pandangan itu. Kemudian, ditunjukkan kepadanya sebuah tempat disurga, tempat yang dihiasi mewah dan bagus sekali, dimana dia mendapatkan pemandangan yang menyenangkan. Dan diberi tahukan bawha dia akan diberi tempat disitu, jika dibangkitkan dihari kiamat kelak, karena selama hidupnya didunia, dia percaya kepada hari kiamat.

Ketika seorang yang jahat mati, dia didudukkan dikubur, tetapi diliputi rasa cemas dan takut. Pertanyaan yang sama juga diajukan kepadanya. Dia berkata bahwa dia tidak tahu apa-apa. Dia dulu hanya terbiasa mengulang apa yang didengar dari orang-orang. Berikutnya, gerbang surge dibuka, setelah memperlihatkan hiasan dan keindahannya dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya, dia diberi tahu bahwa itulah bakal tempat tinggalnya. Tetapi untuk sementara, dia tidak diizinkan masuk. Kemudian pemandangan neraka diperlihatkan kepadanya. Dia melihat suasana yang sangat kacau.  Lalu diberitahukan kepadanya bahwa tempat itu akan diberikan kepadanya karena sepanjang hidupnya di dunia, dia mempunyai keraguan dan mati dalam keadaan ragu.

Abu Qatadah mengatakan bahwa suatu hari ada prosesi penguburan yang kebetulan melewati Nabi Muhammad. Ketika beliau melihatnya, beliau teringat bahwa manusia hanya punya dua pilihan. Yakni, merasa senang ketika mati atau orang lain senang atas kematiannya. Beliau menjelaskan bahwa setelah mati, orang yang beriman merasa senang, karena telah dibebaskan dari kesulitan dunia dan akan bertemu Allah. Inilah alasan seseorang merasa senang. Sedang kematian seorang pendosa, akan membuat senang orang-orang yang tinggal di kota dan di desa, pohon-poon dan bintang-bintang, karena  dengan kematiannya, dunia terbebas dari ulah jahatnya.


Ibn Umar mengatakan bahwa suatu hari Nabi memegang bahunya dan menasehatinya untuk hidup di dunia seperti pelancong. Ibn Umar mengatakan bahwa pada pagi hari, seseorang harus menunggu malam, dan di malam hari seseorang harus menunggu pagi. Ketika seseorang sedang menikmati kesehatan yang baik, dia harus mempersiapkan diri melawan penyakit, karena selama masa sakit dia akan mendapatkan pahala atas samal baiknya yang dilakukan dalam kondisi sehatnya. Seseorang juga harus mempersiapkan diri untuk kematiannya.

Pernyataan Hasan Basri tentang kematian

Hasan Basri pernah berkata bahwa ketika seseorang meninggal dunia dan anggota keluarganya mulai meratapi, malaikat maut berdiri di pintu rumah dan berkata bahwa ia tidak akan merendahkan hidup orang itu jika dia memanfaatkan hartanya untuk kebaikan dirinya.

Malaikat maut harus berulang-ulang mendatangi rumah itu sampai semua anggota keluarga merasakan awan kematian. Hasan Basri bersumpah bahwa jika anggota keluarga yang ditinggalkan mampu melihat malaikat maut dan mendengarnya, mereka tentu akan melupakan si mayat dan berpaling kepada memikirkan diri mereka sendiri.

Kisah Seorang Israel

Yazid Raqqasyi berkata bahwa salah seorang Israel yang jahat sedang bersama istrinya ketika mereka melihat seorang asing memasuki rumahnya. Dia menjadi gusar dan melangkah menujunya. Dia bertanya siapakah dia dan atas izin siapa dia memasuki rumahnya. Orang itu menjawab bahwa dia masuk rumah atas izin pemilik rumah dan menambahkan bahwa tidak akan ada rintangan yang dapat menghalangi jalannya. Dia bahkan menganggap tidak perlu mencari izin ketika bertemu raja-raja.

Dia tidak akan takut terhadap penjahat yang paling ditakuti sekalipun. Segera setelah lelaki Israel itu mendengar orang asing itu, dia sangat ketakutan dan gemetaran, dan jatuh tersimpuh di lantai. Kemudian orang Israel itu berkata: “dia yakin sekali bahwa orang asing itu adalah malaikat maut. Dia lalu memohon kepada malaikat maut supaya memberinya waktu untuk membuat surat wasiat. Malaikat berkata bahwa waktu untuk membuat surat wasiat telah lewat dan saat kematiaannya segera datang.

Lebih lanjut, dia diberi tahu bahwa saat kematiannya sudah dekat dan tidak ada penundaan. Orang Israel itu lalu bertanya kepada malaikat maut kemana ia hendak membawanya. Malaikat maut memberitahukan bahwa dia akan membawanya kepada amal perbuatannya sendiri (persis seperti amal-amal yang telah dikerjakannya, maka disitulah tempatnya). Tempatnya di akhirat, ditentukan atas dasar amal perbuatan yang dikerjakannya di dunia ini. Orang Israel itu mengatakan bahwa ia tidak pernah mengerjakan perbuatan baik dan belum melakukan persiapan untuk akhirat. Kemudian malaikat maut memberitahukan bahwa dia akan membawanya ke dalam api neraka yang bergejolak. Setelah itu, malaikat maut mencabut nyawanya. Ketika dia mati, anggota keluarganya menyesali dan meratapinya.

Sebagian diantara mereka meneteskan air mata dan yang lainnya menangis. Yazid Raqqasyi  berkata: “seandainya orang-orang tahu derita kematian yang dialami orang yang meninggal dunia, mereka akan mulai merasakan pedihnya kematian yang harus ditanggung ketimbang kematiannya sendiri."

Kisah laki-laki jahat

Berikut Kisah renungan mengenai seorang laki-laki jahat.
Wahab in Munabbih mengatakan bahwa suatu kali malaikat maut dalam perjalanan mencabut nyawa seorang laki-laki jahat dan sadis. Dia bertemu malaikat yang mengaku telah mencabut nyawa banyak orang. Wahab bertanya kepada malaikat maut itu apakah dia pernah merasa iba dengan korban-korban yang dicabut nyawanya. Malaikat itu mengatakan bahwa ia pernah merasa kasihan kepada seorang perempuan yang hidup seorang diri di hutan. Dia diperintah mencabut nyawa perempuan itu ketika melahirkan seorang anak. Dia dikuasai perasaan iba terhadap perempuan itu dan anaknya, juga merasa resah tentang bagaimana jadinya anak kesepian itu di belantara sunyi. Tiba-tiba para malaikat memberi tahu malaikat maut itu bahwa orang jahat yang akan dicabut nyawanya adalah bayi sang ibu yang dibiarkan hidup. Mendengan kabar itu, sang malaikat maut begitu aget dan serta-merta mengagungkan puji-pujian kepada Allah.